Hati-hati, Ulekan Ternyata Berbahaya Untuk Tubuh! Begini Penjelasannya


Siapa sangka ternyata alat dapur cobek dan ulekan bisa pengaruhi kesehatan kita,lo.

Alat penting untuk membuat sambal dan bumbu halus Nusantara ini, kini tidak semuanya 100 persen terbuat dari batu asli.

Selama ini, biasanya cobek dan ulekan terbuat dari olahan batu andesit.

Cobek bermutu baik menurut ahli bukan berwarna hitam, melainkan abu-abu seperti warna alami batu.

Jika menemukan cobek berwarna hitam, agaknya harus dicurigai keasliannya karena umumnya warna hitam didapat dari cat.

Untuk mengetahuinya, kita bisa menggosok cobek pada benda keras dan melihat tekstur yang terlihat.

Jika ada garis putih di bekas gosokan, tandanya cobek telah dicat berwarna hitam.

Cobek palsu

Selain cobek yang dicat, di pasaran juga terdapat cobek campuran batu, pasir, dan semen. Umumnya bobot cobekan campuran semen lebih ringan ketimbang cobekan batu asli.

Cobek yang dicat dan menggunakan campuran berefek pada kesehatan orang yang menyantap makanan. Sebab cobek merupakan alat untuk menghancurkan bahan makanan secara alami.

Sedangkan tips memilih ulekan, semakin berat maka semakin bagus untuk menghaluskan bahan makanan. Ulekan ternyata juga memiliki kerapatan pori-pori batu yang berbeda.

Ada yang halus, ada yang kasar. Besaran pori-pori batu ini pada akhirnya memengaruhi hasil ulekan menjadi lebih kasar atau lebih halus.

Selain cobekan dan ulekan berbahan batu, di pasaran juga terdapat cobekan dan ulekan berbahan kayu. Entah batu atau kayu, semua bisa digunakan asal tetap dijaga kebersihannya. Dan yang pasti pilih cobek dan ulekan yang terbuat dari batu asli ya bukan yang palsu!

Cara Mengetahui Cobek Asli atau Palsu

Untuk menghindari bahaya cobek untuk tubuh, sebelum menggunakan cobek yang baru dibeli, ada langkah-langkah yang harus kita lakukan.

Langkah ini akan membuat cobek batu tidak berpasir sekaligus mengetes apakah cobek yang kita beli asli terbuat dari batu atau bukan. Sesampainya di rumah, cobek harus kita rendam dalam air selama minimal 15 hari.

Setiap hari ganti airnya sambil disikat-sikat. Cara ini akan melarutkan pasir halus yang mungkin ada dalam cobek batu sehingga cobek bisa bebas dari kemungkinan berpasir.

Cobek yang bukan dari batu asli punya kecenderungan tidak tahan terhadap air. Jadinya, kalau setelah direndam cobek akhirnya pecah atau retak, berarti cobek tidak asli dari batu.

LihatTutupKomentar