Kena Hoaks Daging Tikus, Pedagang Bakso ini Merugi.. Pelakunya Tersenyum Sambil Minta Maaf


Sugeng, seorang pedagang bakso di Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, tidak terbukti menggunakan bahan daging tikus dari olahan bakso yang dijualnya.

Hal itu didasarkan pada hasil uji sampel di laboratorium yang dilakukan polisi.

Meski tidak terbukti, namun ia mengaku rugi setelah video yang diunggah perempuan berinisial ADR (20), pada Sabtu (25/1/2020) malam tersebut viral.

Pasalnya, dalam unggahan video itu menyebut bakso yang dijual Sugeng menggunakan daging tikus.

Akibatnya, masyarakat menjadi resah dan dan pelanggannya enggan untuk membeli bakso dagangannya.

Dikatakannya, sebelum kasus video itu viral di sosial media, sehari ia bisa mendapatkan omset Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta.

Namun, pendapatannya sekarang jauh dari itu. "Setelah viral, bakso yang saya jual hanya laku Rp 50.000-Rp 70.000.

Saya berharap persoalan ini menjadi pelajaran berharga. Saya maafkan semua kejadian itu, lain waktu agar berhati-hati membuat status di media sosial,” ujar Sugeng.

Meski demikian, Sugeng mengaku berterimakasih kepada polisi yang berhasil membuktikan ketidakbenaran tudingan itu.

Ia berharap, setelah ada pembuktian dari polisi tersebut pelanggannya bisa kembali seperti semula.

Sementara itu, ADR (20) warga Dusun Jatus, Desa Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun yang mengunggah video bakso daging tikus milik Sugeng mengaku minta maaf.

PELAKU PENYEBAR HOAX TERSENYUM SAMBIL MEMINTA MAAV

Kena Hoaks Daging Tikus, Pedagang Bakso ini Merugi. Omsetnya Turun Sampai 98 Persen

LihatTutupKomentar